Inilah Jenis-Jenis Konjungsi Temporal yang Lengkap

Konjungsi tidak hanya terdiri atas kata-kata yang familiar saja, namun ada juga beberapa jenis yang berbeda dengan ciri yang berbeda pula. Salah satunya yaitu konjungsi temporal, yang sudah sangat populer di kalangan penulis. Apa sajakah jenis-jenis dari konjungsi ini?

Jenis Konjungsi Temporal yang Sering Ditemukan

Tidak Sederajat

Pada dasarnya, konjungsi temporal adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan kalimat atau kata yang mampu menghubungkan semua kalimat dan paragraf secara jelas. Salah satu jenis dari konjungsi ini yaitu jenis yang tidak sederajat. Sesuai dengan namanya, jenis yang satu ini hanya digunakan untuk menghubungkan kalimat yang memang bertingkat atau tidak satu derajat.

Biasanya, jenis konjungsi ini lebih sering ditemukan pada kalimat majemuk atau kalimat yang masih berhubungan erat dengan kalimat sebelum atau sesudahnya. Untuk penempatannya, jenis konjungsi ini memiliki sifat yang fleksibel sebab penulis bisa menempatkannya pada tempat yang bebas baik itu di akhir, awal, ataupun tengah kalimat.

Penggunaannya secara pasti yaitu untuk menyambungkan kalimat yang memang memiliki tingkatan berbeda. Beberapa contoh dari jenis pertama ini yaitu apabila, ketika, demi, tatkala, semenjak, sementara, dan lain sebagainya.

Sederajat

Selanjutnya ada yang jenis sederajat. Jenis ini memang berkebalikan dari jenis tidak sederajat yang sebelumnya sudah dijelaskan. Hampir sama seperti tidak sederajat, jenis sederajat juga digunakan untuk menghubungkan kalimat majemuk, hanya saja yang membuat mereka berbeda yaitu jenis ini diterapkan pada kalimat yang sifatnya memang sederajat atau setara.

Dengan begitu, maka sudah pasti bahwa jenis konjungsi ini hanya bisa ditaruh pada tengah-tengah kalimat. Untuk penempatannya, terkadang bisa ditulis secara langsung ataupun ditulis setelah ada tanda koma yang berada di tengah kalimat, baru nanti diberi kata-kata konjungsi sederajat.

Semua jenis konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat di atas memang cenderung mirip, namun pada dasarnya yang membedakan keduanya yaitu penempatannya. Meskipun begitu, penulis dan pencipta karya dapat menggunakan kedua konjungsi tersebut secara bebas sesuai dengan tujuan apa yang ingin diraih oleh penulis pada awalnya.