Secara umum, perkembangan usia dini anak dimulai dari usia 0 sampai dengan 6 tahun. Dalam rentang ini, anak berada dalam tahap pertumbuhan dan pekembangan. Baik secara fisik maupun secara mental. Untuk itu, setiap orang tua diharapkan dapat memahami tentang Tahapan perkembangan anak tersebut sekaligus memberikan simulai yang tepat dalam setiap fasenya. Yang perlu di ingat, laju tumbuh dan berkembangnya setiap anak berbeda – beda tergantung pada situasi dan kondisinya.

Dan dalam proset Tahapan perkembangan anak ini, terdapat beberapa aspek yang harus di pertimbangkan oleh orang tua agar perkembangan anak usia dini menjadi maksimal. Yaitu :

  1. Aspek terhadap nilai agama dan juga moral anak.

Terkait poin ini, peran orang tua adalah hal yang paling mendasar dan paling penting. Semuanya tergantung dadi didikan yang orang tua ajarkan. Baik itu tentang agama, moral serta nilai – nilai dasar akan kesadaran dan juga norma – norma dalam hidup.

  1. Aspek Fisik dan motorik anak

Pada tahap ini, fokusnya diberikan pada proses perkembangan dan juga pertumbuhan fisik dan motorik anak. Meliputi berat badan, tinggi badan, perkembangan otak serta keterampilan dasar dalam mengerakan anggota tubuh. Misalnya di mulai dari gerakan merangkak, berjalan, bergerak, berlari dan lainnya.

  1. Aspek perkembangan Kognitif Anak

Anak memiliki cara berpikir yang berbeda dari orang dewasa. Perkembangan Kognitif Anak sendiri berkaitan dengan bagaimana anak yang mulai belajar tentang tata cara dalam memecahkan masalah yang ada, berusaha untuk memahami sesuau, mampu mengingat dan bahkan mempertimbangkan sesuatu dari sudut pandangnya sendiri.

  1. Aspek Bahasa dan kosakata anak

Priode yang paling menentukan porses pekembangan bahasa terjadi sejak bayi hingga usia lima tahun. Kemampuan bahasa bisa menjadi indikataro seluruh perkembangan anak. Di mulai dari balita saat mereka mulai memahami tentang perkataan orang – orang di sekitarnya sekaligus memperbanyak perbendaharaan kosakata baik melalu yang di dengarnya maupun melalui apa yang ia lihat.

  1. Aspek sosial dan emosional anak

Pada proses Tahapan perkembangan anak sejak dini dimulai dari saat masih bayi. Dari segi emosional bisa di lihat dari contoh sikap bayi, seperti mengangis, tersenyum dan menghentak – hentakan kaki. Sementara pada poses pertumbuhannya, anak – anak cenderung untuk mengungkapkan emosinya dengan gerakan otot, seperti dengan melmpar, membanting maupun dengan memukul barang – barang. Namun demikian, seiring bertambahnya usia, reaksi emosional anak pada umumnya akan berubah menjadi verbal atau lewat pengucapan dan kata – kata.

Dalam proses perkembangan sosial anak berkaitan dengan kemampuan anak dalam berinteraksi dan bersosialisasi terhadap lingkungan sekitarnya. Dimulai dengan mengenali orang – orang yang selalu berada di dekatnya. Seiring usia yang bertambah, kemampuan sosial anak meningkat dengan mengenal orang lain juga mempelajari tentang aturan cara berprilaku.